Inscription à la newsletter
s'inscrire / se connecter

Sites pays et partenaires

Membres :
0 200 500 1000 2000 5000 10000+
Aktualitas
Partager sur :
12 juillet 2019
Affaires

Penganugerahan Trofi Alumni Pemerintah Prancis kepada Enam Tokoh Indonesia Berprestasi

Vue 272 fois

Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste Bapak Jean-Charles Berthonnet menganugerahkan Trofi Alumni kepada enam tokoh Indonesia yang pernah belajar di Prancis dan berprestasi di bidang karirnya  masing-masing serta berkontribusi dalam kerja sama Indonesia-Prancis pada 30 Juni 2019 di Auditorium IFI Jakarta.

Keenam tokoh tersebut adalah Talita Setyadi (Pendiri Toko Roti Beau, Peraih Penghargaan Kompetisi Pastry Internasional), Mexind Suko Utomo (Public Affairs Manager Airbus Indonesia), Nugroho Dwi Hananto (Peneliti Geosains Kelautan LIPI), Irmina Silas (Mantan Kepala House of Sampoerna Surabaya), Hasan Fawzi (Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia) dan Safri Burhanuddin (Wakil Kepala Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI).

Dubes Prancis mengatakan, “Malam penganugerahan Trofi Alumni ini diadakan untuk mengapresiasi tokoh-tokoh utama kerjasama Indonesia dan Prancis sekaligus mempertemukan para alumni Prancis dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian. Lebih dari 2000 alumni Indonesia telah terdaftar pada situs resmi alumni prancis. Di sinilah mereka yang pernah belajar di Prancis baik asal Indonesia atau negara lain dapat bertemu kembali dan mendapatkan informasi khususnya mengenai kesempatan berkarir di perusahaan-perusahaan Prancis”.

Selain dihadiri dan dibuka oleh dubes Prancis, acara dimeriahkan oleh penampilan musik Vira Talisa (Penyanyi sekaligus Penerima Trofi Alumni Prancis 2018) dan peragaan busana rancangan para alumni Prancis; Fairuz Yunus dan Farhanan Yunus (Barabas Collection) serta Dhiani Ayudya Maharani (Dhiani Collection).

 

Kategori Gastronomi: Talita Setyadi

The Indonesia’s Pastry Queen, Talitha Setyadi menyelesaikan pendidikan patisserie di Le Cordon Bleu Paris pada tahun 2011. Kembali ke Indonesia, ia membuka toko roti BEAU yang populer bukan hanya berkat keragaman pastry-nya tetapi juga penggunaan bahan alami dan berkualitas. BEAU juga menjadi supplier untuk sekitar 100 kafe, restoran, dan hotel di Jakarta. Pada tahun 2017, di usia 28 tahun, ia menjadi satu-satunya juri perempuan dan termuda dalam kompetisi Patisserie tingkat dunia (The World Pastry Cup). Setahun kemudian profilnya masuk dalam Forbes 30 under 30 Asia kategori Art versi Majalah Forbes. Pengakuan atas kesuksesannya di bidang wirausaha gastronomi juga ditandai dengan penghargaan bergengsi Ernst & Young Entrepreneurial Winning Woman Of The Year 2018 Award serta Foodie Magazine's "Top 40 Jakarta's Best Eats" kategori Best Casual Dining.

**Perwakilan Talita Setyadi

 

Kategori Sains dan Penelitian: Dr. Nugroho Dwi Hananto

Sejak SD, lulusan S1 dan S2 Geosains Kelautan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan S3 Institut de Physique du Globe de Paris tersebut sudah bercita-cita menjadi pakar geologi kelautan. Ayah dua orang anak yang biasa dipanggil « Nug » itu sejak dini tertarik mempelajari gempa dan tsunami berkat buku-buku dan film petualangan Jean Jacques Cousteau, peneliti kelautan Prancis.

Kini Nugroho Dwi Hananto menjadi salah satu dari sedikit pakar geologi kelaitan yang dimiliki Indonesia. Menjabat Kepala Subbidang Diseminasi dan Kerja Sama Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nug menjalin jejaring riset bersama dengan berbagai negara termasuk kapal riset Prancis. Ia terus membangun mimpinya menyumbangkan pemikiran dalam konteks mitigasi atau pengurangan risiko bencana.

 

Kategori Ekonomi: Hasan Fawzi

Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2018-2021, Hasan Fawzi, adalah alumni Prancis lulusan Master of Business Administration Institut d'Administration des Entreprises (IAE) de Grenoble, Université Pierre Mendes. Sesuai keahliannya di bidang saham dan investasi, ia pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem di PT Kliring Depositori Efek Indonesia pada periode 1993-1997, Kepala Divisi Teknologi Informasi di PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) pada 1997-2008, Direktur Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) pada 2008-2012 dan Direktur Utama KPEI untuk dua periode yaitu 2012-2015 dan 2015-2018.

 

Kategori Kerja Sama Maritim: Dr. Ir. Safri Burhanuddin

Lulusan Master dan Doctor Université de Brest Occidentale (1989-1994) Safri Burhanuddin saat ini aktif menjabat sebagai Deputi IV Bidang Koordinasi Sumber daya Manusia, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Budaya Maritim pada Kementerian Koordinator Bidang Kelautan sekaligus Komisaris di PT. Industri Kereta Api, INKA (persero), sebuah produsen kereta api terintegrasi pertama di Asia Tenggara. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Biro di Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Deputi Humas di Kemenko Bidang Kelautan RI.

 

Kategori Strategi dan Hubungan Publik: Mexind Suko Utomo

Lulusan kampus paling bergengsi di Prancis, Ecole Nationale d’Administration (ENA) angkatan Winston Churchill (2014-2015) Mexind Suko Utomo kini bekerja sebagai Public Affairs Manager Airbus Group Indonesia.

 

Kategori Kerja Sama Budaya: Irmina Silas

Lulusan Manajemen Hotel dan Restoran ESICAD Montpellier (1991-1994), Ina Silas berkarya di Indonesia dan menjadi pelopor pendirian berbagai perusahaan komersial dan wisata di Surabaya. Direktur House of Sampoerna (2005-2018) tersebut mendapat pengakuan dari pemerintah Prancis melalui pemberian lencana Knight of Arts and Lettres pada 2015.

 

 



Commentaires

Vous devez être connecté pour laisser un commentaire. Connectez-vous.