s'inscrire / se connecter
Hubungan Kerjasama

INDONESIA-PERANCIS BERBAGI PENGALAMAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM

Dalam rangka bertukar pengalaman dan pengetahuan tentang pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) antara Indonesia dan Perancis, Ikatan Alumni Perancis bidang Pekerjaan Umum (IAPPU) menyelenggarakan seminar Pengembangan dan Pengelolaan SDA di Jakarta, Rabu (27/5/09). Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Jenderal Departemen PU Agoes Widjanarko yang mewakili Menteri PU yang berhalangan hadir karena rapat dengan Presiden RI.

Agoes Widjanarko menyatakan, dalam beberapa dekade terakhir kualitas SDA di Indonesia menurun akibat degradasi lingkungan hidup. Situasi ini diperparah terjadinya peningkatan pencemaran air akibat limbah rumah tangga, industri, pertanian dan aktivitas manusia lainnya.

 

Saat ini pengelolaan SDA di Indonesia bertambah rumit akibat sistem desentralisasi pemerintahan sehingga rawan menimbulkan konflik kepentingan dalam pemanfaatan air. Bahkan konflik ini menjadi masalah serius dalam rencana alokasi penggunaan air dari sungai lintas daerah atau provinsi.

 

Menyadari permasalahan tersebut, menurut Sekjen Departemen PU pengembangan dan pengelolaan SDA harus ditangani dengan pendekatan holistik dan terintegrasi serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan SDA. Melalui seminar inilah diharapkan para pihak terkait baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, swasta dan masyarakat dapat memiliki pandangan yang sama tentang pengelolaan SDA.

 

Dalam seminar ini akan dibahas kebijakan mengenai pengembangan dan pengelolaan SDA termasuk air minum di Perancis yang mungkin dapat diadopsi oleh Indonesia. Pengalaman Perancis dalam bidang ini yang dibagi tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga dalam hal kebijakan, keuangan dan kelembagaan.

 

"Melihat besarnya tantangan kedepan dalam bidang air minum dan sanitasi untuk mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Millenium Development Goals, inovasi dan kerja keras harus dilakukan Pemerintah dan seluruh stakeholder terkait", ungkap Agoes Widjanarko.

 

Pemerintah Indonesia telah memiliki kebijakan nasional mengenai pasokan air (water supply) dan penanganan sanitasi termasuk strategi untuk mencapai target tersebut. Kebijakan itu meliputi banyak aspek seperti pembiayaan, institusi dan peraturan, pasokan air terpadu dan partisipasi publik untuk mendukung peningkatan pelayanan bidang air dan sanitasi.

 

Pengunaan anggaran dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasokan air dan sanitasi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sebut Sekjen Departemen PU.

 

IAPPU

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Departemen PU juga berterima kasih kepada IAPPU yang telah menyelengarakan seminar Pengembangan dan Pengelolaan SDA. Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Jenderal (Dirjen) SDA Iwan Nursyirwan, Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono, Dirjen Penataan Ruang Imam Ernawi dan Inspektur Jenderal Basuki Hadimoeljono serta Duta Besar Perancis untuk Indonesia Philippe Zeller.

 

Agoes Widjanarko menuturkan kerjasama pendidikan antara Indonesia-Perancis perlu terus dijaga dan dikembangkan. Hal tersebut penting guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Sejak kerjasama awal pada 1980-an hingga saat ini, total jumlah alumni Perancis bidang PU telah lebih dari 400 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan pengetahuan dan pengalaman, para alumni tersebut merupakan aset berharga.

 

"Saya berharap alumni Perancis dapat bekerjasama dengan baik dengan alumni-alumni dari negara lain dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada warga negara Indonesia," harap Agoes Widjanarko.

 

Sekjen Departemen PU menambahkan, pengembang sumber daya manusia pada Departemen PU merupakan upaya tanpa henti dalam rangka mendorong kemajuan bangsa dan penduduknya. (rnd)

 

Pusat Komunikasi Publik

270509  

 

Sumber : klik disini