s'inscrire / se connecter
Témoignage Poppy Dharsono ID

 

  1. Bisakah Anda ceritakan pengalaman Anda studi di Prancis sebagai mahasiswa l’Ecole Supérieure des Arts et Techniques de la Mode (ESMOD) di Paris ?

 

Sebelum saya kuliah di Esmod, saya terlebih dahulu mengikuti kursus profesional fotografi-sinematografi selama dua tahun di Arles. Selama kuliah fotografi itu saya berteman baik dengan Ibu Ratna yang adalah istri fotografer terkenal Prancis, Henri Cartier-Bresson. Ibu Ratna yang melihat kemampuan saya menggunting pola dan menjahit, menyarankan saya kuliah fesyen saja. Kebetulan Ibu Ratna bersahabat dengan pemilik sekolah Esmod, jadi saya akhirnya menekuni fesyen secara serius.

Di Esmod saya bertemu dengan teman-teman dari mancanegara seperti dari Jepang, Palestina, Yordania, Arab, Maroko, jadi saya banyak mendapat wawasan atau ilmu baru. Selain itu, sebagai siswa Esmod kami mendapat keistimewaan untuk menonton peragaan prêt-à-porter, yang merupakan kesempatan emas buat saya. Tetapi parade fesyen pun juga bisa saya saksikan sehari-hari di jalanan kota Paris karena gaya berbusana penduduk Paris sangat elegan.

 

  1. Mengapa Anda memilih Prancis untuk studi fesyen ?

 

Selain yang saya tuturkan di atas, saya juga punya keahlian dan teknik memotong pola yang diwariskan dari ibu saya. Ditambah lagi, industri fesyen di Prancis merupakan salah satu industri yang menjadi tulang punggung perekonomian Prancis. Pada waktu itu di Indonesia industri ini belum begitu berkembang, padahal kita punya pasar yang potensial dengan jumlah penduduk saat itu 150 juta orang. Oleh sebab itulah saya terjun ke bidang ini dan berkonsentrasi pada industri ready-to-wear.

 

  1. Apa yang Anda pelajari dari Prancis dan manfaatnya untuk karir Anda ?

 

Budaya Prancis yang bernilai tinggi mengajarkan banyak hal. Prancis sangat menghargai talenta yang dimiliki seseorang, namun itu saja tidak cukup, keterampilan dan penguasaan teknik tertentu juga diajarkan. Saya banyak belajar tidak hanya tentang teknik berbusana atau mendisain pakaian, melainkan juga belajar tentang tata krama, etika, cara berpakaian, seni makan, yang semuanya berguna dalam kehidupan.

 

  1. Saran apa yang dapat Anda berikan ke siswa/i yang hendak melanjutkan studi ke Prancis ?

 

Saya ingin agar setiap siswa yang belajar ke Prancis memanfaatkan kesempatan sebanyak-banyaknya yang ada, karena di Prancis kita belajar untuk meresapi dan memaknai semua yang kita dapatkan.

 

  1. Apa pendapat anda tentang situs France Alumni ? Apa yang Anda harapkan dari situs ini dalam hubungannya untuk memberi layanan bagi para alumni ?

 

Dengan adanya France Alumni ini, saya harap hubungan antar alumni semakin erat, terutama antara alumni yang sudah jadi pejabat dengan alumni yang baru lulus.